Selasa, 29 Januari 2013

Ku Pergi


Aku ingin berlari
Lari dari kehidupan, lari dari kesemuan, lari dari kefanaan.
Tapi kemana aku harus berlari
Bumi enggan mengejarku lagi
Ia berdiri tegak dihadapanku, kokoh menantang diujung jalan
Lalu, apakah aku harus kembali?
Jalan itu, disetiap langkahku, tertutup lagi dan lagi hingga tiada celah untuk kembali
Inilah jalanku
Aku berbeda, aku istimewa, aku bukan pelakon sandiwara
Aku apa adanya
Tak suka dengan retorika, tak tertarik dengan aturan
Aku merdeka, jiwaku rindu merdeka
Tapi dimana kemerdekaan itu?
Apakah ia juga merindukanku?
Tepian jurang yang membentang dihadapanku. Lembah menanti dan gunung menunggu didaki
Dengan apa aku lewati sekeping maut ini?
Kasihku, tunjukkan kuasa-Mu
Kau yang menguasai kerajaan semesta
Kau jua yang menciptakan jurang ini
Seberangkan aku
Seberangkan aku
Seberangkan aku ke tanah abadi-Mu
Temui aku dalam damai, dan dalam keabadian

malam tahun baru

1 Januari dianggap sebagai hari yang 'keramat' bagi sebagian besar penduduk dunia. Padahal jika ditinjau dari sejarahnya, tak hal-hal ada yang dijadikan sebab untuk meng'kramatkan' 1 Januari. Namun apapun kondisi dluar sana, tahun ini aku bahagia. Memulai awal tahun dengan sesuatu yang jauh dari kesia-siaan(insayAllah).
Disaat yang lain menghamburkan uang untuk membeli petasan dan kembang api untuk memeriahkan penyambutan hari 'Keramat', aku dan saudara-saudaraku menyisihkan uang untuk