![]() |
| Penyiar Radio ^_^ |
Akan selalu ada
kisah baru disetiap detik perjalanan waktu. Kisah hari ini, adalah tentang
first experience on air di radio. Hehe. Mungkin bagi orang lain biasa aja. Tapi
bagiku, itu adalah hal yang menakjubkan. Bagaimana sebelumnya aku mengagumi
seorang penyiar –radio maupun tv-. Dan
hari ini aku berkesempatan mengisi acara TOA-Tausiyah On Air- KAMMI di Metropolis.
Sempet gugup.
Bagaimana harus berbicara dibalik layar yang suaranya didengar seantero metro
bahkan mungkin sejagad lampung. Ditambah lagi penguasaan yang kurang sama
materinya. Gimana enggak, materinya aja baru dapet jam 3 sore tadi. Baru di
print jam 5, belum dibaca, tau-tau udah diminta nyampein. Urghh, pasti banyak
salahnya.
Bareng ukh ida,
ngacir dari adzkiya sepulang jalsah. Menembus rintik yang melebat, dan jalanan
yang licin. Sampai disana, “Assalamu’alaikum...” gk ada jawaban. Udah mulai
pesimis. Jangan kata gk jadi. ^o^
Alhamdulillah,
ternyata jadi. Dengan dag dig dug duenggg, masuk ruang siaran. Kaos kaki yang
kuyup, dalam ruangan ber-AC, plus nervous yang tiada tanding. Jadi serasa masuk
kulkas. Brrr. Tik tok tik tok. Jarum jam terus berputar. 25 menit terlalui
dengan perasaan tak menentu. 5 menit terakhir, ku perbaiki posisi nervousku,
menekannya dititik terrendah.
30 menit berlalu.
Duenggg. Time over.
Aku melepas
headphone, lalu beranjak keluar ruangan bareng ukh ida yang setia menemaniku
sejak awal. Hehe, besok dia juga kebagian. Hmhh...plong banget rasanya. Kya’
ada tumpukan batu yang mencair gitu. Tapi, ada sesuatu yang mengganjal. Tadi aku
gk ngrekam plus gk ngambil foto. (><). Makanya aku gk bisa kasih liat
suasana disana.
Once time, kamu musti menyaksikan n ngerasain sendiri. Biar kamu juga
tau gimana suasana distudio n gmana rasanya siaran itu. ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar