Allah,,,Maha Agung Engkau dengan segenap ketetapan-Mu. Sebagaimana Engkau ciptakan malam dan siang, kau ciptakan pula suka dan duka dalam perjalanan hidup manusia. Sebagaimana pula Kau ciptakan pelangi selepas gerimis, Kau ciptakan pula bahagia selepas duka yang melanda.
Banyak ya Rabb, nikmat yang sering kali ku lalaikan dari syukurku. Banyak kali lidah ini mengeluh dengan ujian-Mu (yang jika dipikir-pikir hanya segelintir), dan banyak sekali kealpaan lisan ini untuk sekedar mengucap hamdalah atas karunia-Mu (yang jika dipikir-pikir takkan terpikir karena saking banyaknya). Astaghfirullah hal 'adziim...
Kali ini ku ingin menuturkan kisah bahagiaku sebagai syukurku pada-Mu, meskipun Kau tak memerlukan itu.FUN DAY...
Banyak sudah hari-hari bahagia yang kulalui, yang kesemua itu adalah karunia-Mu, namun kali ini aku ingin bercerita tentang nikmat bahagia-Mu yang kau beri lewat tangan-tangan saudara-saudaraku...
Dipenghujung malam akhir tahun 2011
Terbekas sebentuk rasa yang indah, jauh diluar malam-malam biasanya. Malam yang kulalui dengan sepenuh keagungan-Nya. Ketika diluar sana didapati pemuda-pemudi, bahkan orang tuapun melewatinya dengan setumpuk bahkan segudang maksiat dan hal-hal yang tak bermanfaat lainnya, malam itu ku lewati dengan keindahan pula. Keindahan yang tentu berbeda dengan yang terframe dibenak insan-insan lainnya. Ku lewati malam itu bersama indahnya merajut benang-benang ukhuwah.
Terkisah sepenggal makna yang mendalam, tentang sebuah cara memanfaatkan waktu-waktu untuk sebuah kemanfaatan yang jauh dari kesia-siaan. Ketika diluar sana, banyak yang menghabiskan malam itu bersama kemaksiatan, aku dan saudari-saudariku menghabiskannya hanya untuk hal-hal yang insya Allah banyak maslahatnya ketimbang mudharatnya.
Mengganti kemeriahan petasan dan kembang api dengan sesuatu yang jauh lebih meriah lagi, yaitu dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Mengganti obrolan dan candatawa yang maksiat dengan diskusi-diskusi yang bermanfaat dan jauh dari kesia-siaan.
Allohu Akbar!!!
Mengganti kawan sanding yang bukan mahram (baca:pacar/kekasih) dengan saudari-saudari seiman yang penuh kecintaan pada-Nya, sehingga rasa yang terlahir diantara kami pun sebagai refleksi akan adanya cinta pada-Nya.
Subhanallah...
Allah Maha Agung kasih-Mu....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar