Selasa, 03 Januari 2012

salah alamat.

...
...
...
...
...
Ntah dari mana harus memulai. Tapi semua ini pasti ada awalnya. Rabbi...
Aku tersandung pada batu yang kutanam sendiri. Membuatku terpental, bajuku terkoyak, tubuhku luka-luka. Perih kini kurasa disekujur tubuhku yang tirus, kurus, dan hitam menghangus. Hatiku adalah lembaran-lembaran kertas yang tertitik noda. Semakin hari semakin pekat.
Jika ia adalah anugrah, maka akan datang pada saat yang tepat, pada objek yang tepat, dan pada kondisi yang tepat. Bukan untuk saat ini. Saat hatiku masih cacat, bahkan mataku pun tak dapat melihat dengan cermat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar